Penelitian Meta Analisis
Pengertian
Meta analisis merupakan analisis kuantitatif
dan menggunakan sejumlah data yang cukup banyak serta menerapkan metode
statistik dengan mempraktekkannya dalam mengorganisasikan sejumlah
informasi yang berasal dari sampel besar yang fungsinya untuk melengkapi maksud-maksud lainnya (Glass, 1981).
informasi yang berasal dari sampel besar yang fungsinya untuk melengkapi maksud-maksud lainnya (Glass, 1981).
Menurut Borg (1983) bahwa, meta analisis
merupakan teknik pengembangan paling baru untuk menolong peneliti menemukan
kekonsistenan atau ketidakkonsistenan dalam pengkajian hasil silang dari hasil
penelitian.
Lebih lanjut dikatakan oleh Sutjipto (1995)
bahwa meta-analisis adalah salah satu upaya untuk merangkum berbagai hasil
penelitian secara kuantitatif.
Meta analisis adalah tehnik yang digunakan
untuk merangkum berbagai hasil penelitian secara kuantitatif dengan cara
mencari nilai efek size ( Barbora 2009; Sutrisno, Hery, Kartono 2007
).
Dengan kata lain, meta analisis
sebagai suatu teknik ditujukan untuk menganalisis kembali hasil-hasil
penelitian yang diolah secara statistik berdasarkan pengumpulan data yang
paling utama. Hal ini dilakukan untuk mengkaji keteraturan ataupun keserasian
hasil penelitian yang disebabkan semakin maraknya replikasi atau verifikasi
penelitian, yang sering kali justru memperbesar terjadinya variasi hasil
penelitian.
Tujuan
Meta Analisis
Menurut
Sack
1.
Untuk
meningkatkan daya pada titik akhir primer dan pada sub kelompok yang mana
ukuran sampel yang asli terlalu kecil sehingga menunjukkan statistik secara
signifikan.
2.
Untuk
menyelesaikan ketidakpastian hasil laporan.
3.
Untuk
meningkatkan perkiraan ukuran efek.
4.
Untuk
menjawab pertanyaan yang tidak diajukan sebelumnya.
Tujuan
meta-analisis pada umumnya tidak berbeda dengan jenis penelitian klinis
lainnya, yaitu:
1.
Untuk
memperoleh estimasi effect size, yaitu kekuatan hubungan ataupun besarnya
perbedaan antar-variabel
2.
Melakukan
inferensi dari data dalam sampel ke populasi, baik dengan uji hipotesis (nilai
p) maupun estimasi (interval kepercayaan)
3.
Melakukan
kontrol terhadap variabel yang potensial bersifat sebagai perancu (confounding)
agar tidak mengganggu kemaknaan statistik dari hubungan atau perbedaan.
Tujuan dari meta
analisis adalah untuk menguji heterogenitas efek, jika suatu studi heterogen
maka kita tidak perlu menggabungkannya, tetapi jika studi tersebut tidak
heterogen maka kita dapat menggabungkannya untuk mencari hasil yang benar. Selain
itu tujuan meta analisis adalah untuk mencari kebenaran berdasarkan data yang
ada bukan hanya untuk mencari kesimpulan saja, walaupun hasil akhirnya pasti
kesimpulan, namun tetap berfokus pada mencari kebenaran.
Tujuan meta-analisis pada
umumnya tidak berbeda dengan jenis penelitian lainnya,
yaitu:
- Analisis ulang (reanalysis) terhadap data untuk tujuan
menjawab pertanyaan penelitian dengan teknik-teknik statistik yang lebih
baik atau menjawab pertanyaan-pertanyaan baru dengan data lama yang dimilik
- Mengkaji atas sejumlah hasil penelitian, riset dan evaluasi dalam
masalah yang sejenis.
- Untuk menolong peneliti menemukan kekonsistenan atau
ketidakkonsistenan dalam pengkajian hasil silang dari hasil penelitian.
JENIS-JENIS
PENELITIAN META ANALISIS
Di bawah ini ada beberapa jenis penelitian
Meta Analisis yang dapat dilakukan dalam melakukan penelitian Meta Analisis
bagi calon peneliti nantinya, diantaranya:
- Penelitian Eksperimental Penelitian eksperimental adalah metode
ilmiah yang paling banyak digunakan dan menyakinkan. Karena peneliti sebenarnya
memberikan perlakuan yang berbeda dan melihat efek mereka lalu dipelajari,
hasil dari penelitian jenis ini cenderung mengarah pada menerima atau
menolak interpretasi secara jelas.
- Penelitian Korelasional Jenis penelitian ini dapat membantu kita
membuat prediksi lebih cerdas. Singkatnya, penelitian korelasional
bertujuan untuk menyelidiki sejauh mana variabel yang satu atau lebih ada
hubungan dari beberapa tipe
- Penelitian Penyebab-Perbandingan Tipe lain dari penelitian ini
dimaksudkan untuk menentukan penyebab atau konsekuensi dari perbedaan
antara kelompok-kelompok orang, ini disebut kembali pencarian
kausal-komparatif. Namun demikian, meskipun dengan masalah penafsiran,
studi kausal-komparatif adalah nilai dalam mengidentifikasi kemungkinan
penyebab perbedaan yang diamati dalam pola perilaku siswa. Dalam hal ini,
mereka sangat mirip dengan studi korelasional.
- Penelitian Survei Tipe lain dari menentukan data penelitian untuk
memperoleh karakteristik yang spesifik sebuah kelompok. Ini disebut survei
pencarian ulang. Penelitian ini semacam pertanyaan terbaik dapat dijawab
melalui berbagai teknik survei yang mengukur sikap berbagai faktor
terhadap kebijakan pemerintahan. Sebuah survei deskriptif melibatkan
pasangan pertanyaan yang sama menanyakan (sering disiapkan dalam bentuk
pertanyaan tertulis kuesioner atau tes kemampuan) dari sejumlah besar
individu seluruh siswa melalui pos, melalui telepon, atau secara pribadi.
Ketika sebuah jawaban untuk satu set pertanyaan diminta secara pribadi
ataupun secara langsung, penelitian ini disebut wawancara. Kemudian
tanggapan dicatat dan dilaporkan, biasanya dalam bentuk frekuensi atau
persentase dari mereka yang menjawab dengan cara tertentu untuk setiap
pertanyaan.
- Penelitian Etnografi Penekanan dalam jenis penelitian adalah
mendokumentasikan atau menggambarkan pengalaman sehari-hari individu
dengan mengamati dan wawancara mereka dan orang lain yang relevan. Sebuah
ruang kelas SD, misalnya, mungkin dapat diamati pada kebiasan sebagai
dasar, para siswa dan guru dilibatkan dan sebisa mungkin diwawancarai
dalam upaya untuk menjelaskan, sepenuhnya dan sebanyak mungkin, apa yang
terjadi di kelas.
- Penelitian Sejarah Anda mungkin sudah akrab dengan sejarah-pencarian
kembali. Dalam hal ini jenis penelitian, beberapa aspek masa lalu
dipelajari, baik oleh meneliti dokumen periode atau oleh individu
wawancara yang hidup selama ini. Peneliti kemudian mencoba untuk
merekonstruksi sebagai ketepatan mungkin apa yang selama waktu itu dan
untuk menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Masalah utama dalam penelitian
sejarah adalah memastikan bahwa dokumen atau individu benar-benar datang
dari (atau hidup selama) periode yang diteliti, dan sekali ini tidak dapat
dipungkiri, bahwa memastikan apakah dokumen atau perkataan individu itu
benar.
- Penelitian Tindakan Penelitian Tindakan berbeda dari semua
metodologi sebelumnya dengan dua cara mendasar. Yang pertama adalah bahwa
generalisasi untuk orang lain, pengaturan, atau situasi adalah minimal
penting. Mencari generalisasi yang kuat, penelitian tindakan (sering guru
atau profesional pendidikan lainnya, lebih baik daripada peneliti
profesional) fokus pada mendapatkan informasi yang akan mampu untuk merubah
kondisi mereka dalam situasi tertentu yang mereka secara pribadi terlibat.
Metodologi
Penelitian Metanalisis
Meta analisis ini merupakan penelitian yang
menggunakan data sekunder berupa data-data dari hasil penelitian
sebelumnya Dengan demikian penelitian ini dapat disebut sebagai
penelitian yang bersifat ex-post facto yang berbentuk survey dan analisis
kepustakaan terhadap penelitian-penelitian yang telah dilakukan. Ada beberapa
cara yang dapat dilakukan untuk melaksanakan suatu meta analisis :
Glass (1981) = fokus pada deteksi dari moderator variable
Hedges dan Olkin (1985) = memakai teknik weighted least squares
Rosenthal dan Rubin (1991) = sama seperti Hedges-Olkin, bedanya hanya
pada test
signifikansi untuk mengkombinasikan effect
size
Hunter dan Schmidt (1990) = bedanya dengan yang lain adalah
metode ini
berusaha mengkoreksi error potensial
sebelum meta-analysis mengintegrasikan
effect study antar studi.
Kesimpulan
Meta analisis secara sederhana dapat
diartikan sebagai analisis atas analisis. Sebagai penelitian, meta analisis
merupakan kajian atas sejumlah hasil penelitian dalam masalah yang sejenis.
Daftar
Pustaka
Anwar,
Ruswana. 2005. Skripsi Kedokteran. Bandung: Universitas
Padjajaran.

0 comments: